Hubungi kami untuk memastikan ketersediaan unit.

Ojol Motor Listrik Hemat Hingga 600 Ribu per Bulan

3e8466c7-32a9-41c1-91dd-d7ac33ed1138_169

Salah satu impian dari orang yang bernama Steven Danis 26 tahun. Impian pria ini sederhana saja, yaitu dapat menaiki motor listrik. Dia tidak sengaja menemukan driver yang menggunakan sepeda motor listrik saat ingin memesan untuk pulang ke rumah.

Saat itu, ia memesan dari stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan menuju kawasan Pondok Labu. Pada platform aplikasi tersebut, tidak tertera jenis sepeda dari pengendara ojek online tersebut. Pria yang bekerja di bidang media sosial itu terkejut ketika kendaraan yang datang adalah motor listrik. Menurut pengakuan pengemudi, di aplikasi tersebut sebenarnya ada opsi untuk memilih kendaraan listrik. Tetapi steve tidak menemukan opsi tersebut bahkan setelah di update.

“Mungkin karena masih beta (update aplikasi), (jadi) belum tersedia untuk semua pengguna,” menurut Steve.

Namun Steve tidak mempermasalahkan masaslah itu karena Steve sangat senang mendapatkan driver motor listrik. Motor listrik dengan merek Electrum ini dapat melaju mulus di jalanan Jakarta. Menurut Steve lis biru pada plat motor digunakan sebagai penanda kendaraan listrik.

Tentu saja, jika menggunakan kendaraan listrik ini, penumpang merasa nyaman karena kendaraan tidak mengeluarkan suara dan berbeda jika dibandingkan dengan sepeda yang menggunakan bensin.

Pengalaman driver ojol

Berbeda dengan Steve yang baru memulai debutnya di atas motor listrik, Ismail (40) sudah mengendarai kendaraan yang namanya bisa disingkat menjadi molis sejak Desember 2021. Ismail merupakan driver pertama yang menggunakan motor listrik.

Sebelumnya, Ismail mengaspal menggunakan sepeda motor konvensional, dan setelah beralih ke Molis mengaku selisih biaya operasional cukup besar, sepeda motor listrik lebih hemat, hingga Rp. 600.000 sebulan. Tarif sewa motor listrik Gojek adalah Rp. 40.000 per hari, tidak jauh berbeda dengan konsumsi bahan bakar Rp. 45.000 sehari (saat Pertamax masih Rp 9.600/liter), tapi itu belum termasuk servis berkala dan ganti oli setiap dua minggu sekali.

“Menggunakan Molis, saya menyewa merk Gogoro seharga Rp. 40.000/hari, free battery swap dan maintenance (ditanggung Gojek),” ujarnya, Kamis (19/5/2022).

“Molis yang saya pakai, drivernya tidak mencharge sendiri, Gojek bekerjasama dengan Pertamina menyediakan swapping station. Saat baterai mau habis, saya tukarkan saja dengan yang penuh di SPBU. Kurang dari satu menit.”

“Keuntungannya irit dan bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Bedanya dengan motor bensin besar sekali gan,” imbuhnya. Ismail juga menjelaskan, satu kali ganti baterai rata-rata bisa menempuh jarak 100 kilometer. Selama menggunakan sepeda motor listrik, Ismail mengaku tidak pernah mengalami masalah yang serius. Kadang shock breaker berbunyi dan ternyata ada settingannya.

Motor listrik sebagai masa depan ojek online

Gojek dan Grab, dua platform ride-hailing terbesar di Indonesia, sama-sama menyediakan sepeda motor listrik. Gojek saat ini mengoperasikan ratusan sepeda motor listrik Gesits dan Gogoro yang beroperasi di Jakarta. Penyedia sepeda motor listrik adalah Electrum, perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi Utama (TBS) bekerja sama dengan beberapa perusahaan lain.

Senior Vice President (SVP) Corporate Affairs Gojek Rubi Purnomo pada Kamis (20/1/2022) pada tahap awal Gojek akan menggunakan 500 sepeda motor listrik di Jakarta Selatan. Alasan pengenaan tarif sewa sepeda motor listrik karena pengguna tidak akan dikenakan biaya perawatan kendaraan dan pengisian bahan bakar minyak (BBM) baterai pengganti. Biaya perawatan Go-Jek ditanggung sepenuhnya oleh Gojek. Di kesempatan terpisah, Rubi mengungkapkan, Gojek akan terus mengembangkan penggunaan motor listrik secara bertahap.

“Gojek sebagai bagian dari GoTo Group memiliki komitmen Zero Emissions atau tanpa emisi karbon, yaitu menjadi platform carbon-neutral dan menargetkan 100 persen armada kendaraan listriknya pada 2030,” ujarnya. Sementara itu, Grab Indonesia mengklaim sejak 2019 telah memiliki 8.500 kendaraan listrik yang didominasi roda dua. Grab menargetkan total 14.000 armada kendaraan listrik akan tersedia pada akhir tahun 2022.

Grab Indonesia memiliki motor listrik smoot tempur hasil dari kerja sama dengan Pt Smoot Motor Indonesia. Sama seperti Gojek, Grab juga memberlakukan sistem rental untuk kendaraan motor listriknya dengan biaya perawatan ditanggung oleh Grab sendiri.

Dengan jumlah armada yang telah disediakan, setidaknya kita dapat mengurangi 4.600 Kilogram emisi karbon dan setara dengan menanam 260.000 ribu pohon. Apabila target dari Gojek dan Grab ini berhasil, maka masa depan ojek online akan menggunakan kendaraan listrik semua.

Polusi udara dan polusi suara dapat berkurang. Antrian di SPBU juga dapat diurai. Dan yang utama jika gerakan ini berhasil maka besa kemuungkinan SDA kita dapat terjaga keawetannya. Bayangkan saja jika kita menggunakan SDA secara terus menerus. Maka lambat laun SDA kita akan habis dan tidak dapat digunakan.

Picture of Linda Stivens
Linda Stivens

Sed ut perspiciatis, unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium

All Posts by Linda Stivens